Do.. Mi..ka..do.. Mi..ka..do es..ka es..ka..do, es..ka..do
be..ya.. be..yo.. cis cis one two three four five six seven eight nine ten !!!
Berulang-ulang kami memainkannya, beberapa akhirnya mendapat
sanksi karena tangannya kena saat hitungan ke sepuluh dalam bahasa inggris.
Kamu cuma menonton,
Akhirnya Kamu ikut bermain.
Aku mencari celah di dekatmu agar tangan kita bersentuhan,
kesempatan itu datang !
Tanganku.. Tanganmu…
Bersentuhan.. !
Tangan kananku di atas, tangan kirimu di bawah dan
menggenggam tanganku tapi tidak erat.
Seseorang memulai Do mi ka do ES… tangan kananmu menepuk
tangan kananku,
Tangan kirimu masih menggenggam tanganku.
Tangan kananku berada
di antara kedua tanganmu.
Tangan kanan kita saling bersentuhan selama sepersekian
detik, itu sangat lama bagiku.
Aku bisa merasakannya, jari-jari mungil itu
terasa sangat lembut dan dingin
Lalu KA.. Kuputar sedikit telapak tangan
kananku agar bekas tepukanmu tadi tidak tersentuh tangan lain.
Es ka do es ka
do be ya be yo cis cis one two three four FIVE…
Tangan kananku kembali berada
diantara kedua tanganmu selama sepersekian detik.
Mungkin kalau di jumlahkan
dengan sentuhan pertama, tangan kananku berada di antara kedua tanganmu sama
dengan satu detik lamanya.
Tangan kanan kita saling bersentuhan dua kali dalam
satu putaran permainan, kemudian permainan berlanjut. SIX… seperti tadi, aku
masih memutar telapak tangaku sedikit. Seven eight nine ten !!!
Satu putaran permainan usai, seseorang harus menerima sanksi
lagi.
Segera ku masukkan tangan kananku
ke dalam saku celanaku. Kusimpan bekas tanganmu di dalamnya, supaya ketika aku
rindu nanti dengan kelembutan tangan itu aku masih bisa merasakannya.
Tapi aku sadar, itu tidak mungkin.
Aku tau aku sedikit berlebihan menanggapi sentuhan itu, yang
mungkin pemilik tangan itu tidak merasakan apa-apa.
Permainan dimulai lagi, kali ini aku tidak berhasil
bertahan.
Aku tidak mungkin masuk di sela-sela kamu dan orang lain
demi egoku. Setidaknya aku sudah memiliki bekas tanganmu di sakuku.
Diputaran ini aku berharap tangan kananmu kena tepat dihitungan kesepuluh,
dan kamu akan memilih truth,
lalu aku akan bertanya
kepadamu tentang sesuatu hal yang sangat ingin aku tau darimu saat ini.
Meski aku
tau kamu tidak akan jujur dengan jawabanmu.
Tapi pasti aku akan sangat senang kamu
menjawab pertanyaan dariku.
Permainan selesai…
Dan sentuhan tangan lembutmu tak akan pernah aku lupa. Terima
kasih.
Terima kasih Tuhan telah memberikanku kesempatan ini, tolong
jagalah pemilik tangan itu.
Dan terima kasih kepada pencipta permainan ini, terima kasih
juga untuk yang punya ide untuk memainkan permainan ini malam itu.
Yogyakarta, 16 mei 2014.
Untuk si pemilik tangan kanan dan kiri.

