Kamis, 21 April 2016

KEMAH


Aku tidak ingin jadi puncak gunung buatmu.
Dimana kalo sudah sampai didaki,
bakal ditinggal setelahnya.
Aku mau jadi Kemahmu,
dimana tempat kamu istirahat dikala lelah.
Tertawa dikala berkumpul bersama,
Bergembira dikala menyanyi di depan api unggun.
Terobati dikala luka saat perjalanan ke puncak.
Masak dan makan bareng dikala lapar.
Dan akan selalu kamu jaga supaya tidak tertiup angin.
Karena kamu yakin, kamu tidak akan bisa kehilangan kemahmu.


--- Pelawangan Sembalun, Dec 3, 2013.
" N - April 22, 2016 - 2:20 am "

Senin, 02 Februari 2015

Simple

Bertemu, berkenalan lalu jatuh cinta.
Selalu seperti itu.
Dan selalu juga ada sakit setelahnya.
Jika sakit menekan dada
Semua tidak indah
Tapi tidak apalah
Berarti siap untuk kebahagiaan yang lebih
Jikalau bahagia semua terlihat indah, itu cinta.
Tapi awas kecewa.
Tetap waspada. Bukan berati tidak boleh cinta. 
Tetaplah jatuh cinta dan bahagia dan tanpa kecewa. Selalu berharap begitu.

Hujan pagi ini

Pagi ini diluar sedang hujan.
Kukirimkan pesan selamat pagi untukmu
Kuharap kamu segera membacanya,
Atau mungkin ketika kamu bangun.
Itu isyarat rindu.
Inginku segera bertemu denganmu,
Mendengarkan cerita perjalanan terbarumu
Berpetualang berdua,
Selfie berdua.
Tapi aku harus mengarungi lautan, uji nyali dengan bus maut atau naik roda besi untuk itu, bisa aku naik mesin jet itu, tapi itu terlalu mudah.
Nyatanya aku masih disini.
Memandangi fotomu.

Rabu, 29 Oktober 2014

Genangan...

Genangan...

Aku mungkin jatuh cinta 
kepada genangan air bekas hujan siang tadi
yang merefleksikan wajahmu
wajah yang tak mampu kutatap langsung.
Aku jatuh cinta
kepada mata yang tak bisa kutatap.
Aku takut ketika menatapnya,
mata itu tau kalau aku jatuh cinta.

ceba

Suatu Saat (rangkaian kata dalam sebuah mimpi)

untuk sang suatu saatku...

Suatu Saat

Matamu sayu oleh lagu kesukaanmu, lalu kamu tertidur.
Aku menatap wajahmu tapi kamu tak mempedulikanku, 
kamu memilih bermimpi.
Aku masih tetap menatap wajahmu, 
Seperti bahagia tapi tidak bisa kuungkapkan. 
Tetap begitu sampai beberapa lama.
Lalu kudekatkan wajahku ke wajahmu,
Lebih dekat tapi tak sampai membuat wajahmu terlihat samar-samar.
Dengan jarak sedekat itu membuatku bernafas dari hangatnya hembusan karbon dioksida darimu,
Aku sangat menikmatinya.
Puluhan menit berlalu. 
Aku masih seperti sebelumnya dan kamu juga, 
sampai kamu merasa kedinginan lalu menarik tubuhku lebih dekat
Lalu tubuh kita bersentuhan,
Aku merasakan hangat tubuhmu dalam balutan baju tidur warna merah muda.
Menghilangkan rasa lelahku
Itu semua kamu lakukan dengan tidak sadar,
Aku masih menatap wajahmu, 
menghirup nafasmu dan merasakan hangat tubuhmu.
Kemudian kakimu menindih kaki kananku, 
kuputuskan menindih kakimu yang menindihku dengan kaki kiriku.
Kaki kita saling menyilang.
Terus seperti itu sampai aku juga tertidur dan cahaya sang fajar menyapa melewati sela-sela jendela kayu warna biru.

Tentang Lala

berdua saja di 1800mdpl (Talung)

Di depan huruf "S" adalah tempat pertemuan
Pupil matanya mengecil sedetik
Seperti berkata "semoga kamu bukan binatang"
Kedua telapak tangan bersentuhan, pertemanan.
Manisnya pisang epe penghilang rasa takutnya
Tetesan kopi vietnam membuyarkan kesepian
Kamar kost berwarna merah muda memberikan sedikit kenyamanan dibanding biru langit
Terdengar riuk air toilet sebelah memecah kesunyian pagi, air wudhu.

Bulir air mendidih keluar dari kelenjar keringat
Dipanaskan bola api besar dari jutaan kilometer
Karst Rammang-rammang adalah tungkunya
Aroma petualangan menyerbak
Aku sudah seperti kertas kusut
Tetapi kamu Bunga Bougenvil yang tetap segar di tanah tandus
Bantimurung sudah menjadi kenangan,
Tak ada lagi sayap-sayap kecil yang akan menghampirimu, mereka menjadi kaku dalam bingkai kaca.
Lebih baik mengejar senja Pantai Losari yang menjanjikan keindahan
walau dia sedikit malu untuk menampakkan ronanya karena ada yang lebih sore itu
Tetapi dia adalah alasanku selalu ingat pulang.

Kamu bilang suka melihat sesuatu dari ketinggian
Batu Tumonga titik yang tepat menikmati Tana Toraja, mungkin kamu terlalu bernafsu sehingga enggan menampakkan paras menawannya
Lalu dia memperlihatkanmu kekejaman Mappasilaga Tedong

Hembusan nafas Bawakaraeng memecah kesunyian desa Lemmbanna yang memang sepi
Di atas sofa, si kucing manja takut kucing sedang bermalas-malasan.
Disana sebatang pinus menunggunya diatas Talung berharap ada kawan baru menyambut sang fajar
Sebait doa terucap dalam hatinya mengawali langkah memproteksi diri berharap keselamatan
Sepasang cucu adam tapi bukan pasangan
membelah rimba
Dingin malam tak mampu bekukan semangatnya
Kakinya bertumpu pada akar dan bebatuan seperti menaiki anak tangga
Didalam kemah di tengah belantara dia tertidur
Suara nafasnya mengantarku ke alam mimpi
Jari telunjuknya mencolek pipiku
Aku tejaga dan seketika melupakan mimpiku
di balik puncak Bawakaraeng sumber kehidupan memulai hari, kehangatannya melelehkan kristal embun.

Refleksi ibu-ibu kompleks di jalan berbatu mewarnai senja
kemarau merenggut kemewahan Air Terjun Parangloe
Petualangan.

Ada gelisah di punggung mungilnya
Kutitipkan kegelisahan itu kepada kawan
Dia sedikit lelah tetapi semangatnya tak padam
Sedikitpun tidak.
Bandul yang mengantung diatas kelopak mata menemani ratusan kilometer menuju Butta Panrita Lopi
Lala si putri tidur
Mentari sedikit berkompromi dengannya
Memulihkan sedikit kekecewaan di dadanya
Tanjung Bira sudah tidak perawan lagi
Wajah putih selembut terigu sudah keriput
Pantai Bara menggantikan pesonanya
Pasirnya bak seprai hotel bintang lima
Dihiasi kontrasnya gaun pink
Titik terbawah Celebes bersembunyi dibalik duri dan batuan tajam
Sampai berjumpa kembali

Lala si putri tidur
Dari spion kiri
Angin laut menerpa wajahnya
Kelopak matanya tertutup
Dagunya bersandar di kokohnya bahuku
Lala si putri tidur sedang lelah
Tak ada yang tega membangunkannya.
Lala si putri tidur sedang tidur.



Butta Turatea, 24 Oktober 2014

Rabu, 28 Mei 2014

Tangan di antara tangan

Do.. Mi..ka..do.. Mi..ka..do es..ka es..ka..do, es..ka..do be..ya.. be..yo.. cis cis one two three four five six seven eight nine ten !!!
Berulang-ulang kami memainkannya, beberapa akhirnya mendapat sanksi karena tangannya kena saat hitungan ke sepuluh dalam bahasa inggris.
Kamu cuma menonton,
Akhirnya Kamu ikut bermain.
Aku mencari celah di dekatmu agar tangan kita bersentuhan, 
kesempatan itu datang !
Tanganku.. Tanganmu…
Bersentuhan.. !
Tangan kananku di atas, tangan kirimu di bawah dan menggenggam tanganku tapi tidak erat.
Seseorang memulai Do mi ka do ES… tangan kananmu menepuk tangan kananku,
Tangan kirimu masih menggenggam tanganku. 
Tangan kananku berada di antara kedua tanganmu.
Tangan kanan kita saling bersentuhan selama sepersekian detik, itu sangat lama bagiku. 
Aku bisa merasakannya, jari-jari mungil itu terasa sangat lembut dan dingin 
Lalu KA.. Kuputar sedikit telapak tangan kananku agar bekas tepukanmu tadi tidak tersentuh tangan lain. 
Es ka do es ka do be ya be yo cis cis one two three four FIVE
Tangan kananku kembali berada diantara kedua tanganmu selama sepersekian detik. 
Mungkin kalau di jumlahkan dengan sentuhan pertama, tangan kananku berada di antara kedua tanganmu sama dengan satu detik lamanya. 
Tangan kanan kita saling bersentuhan dua kali dalam satu putaran permainan, kemudian permainan berlanjut. SIX… seperti tadi, aku masih memutar telapak tangaku sedikit. Seven eight nine ten !!!
Satu putaran permainan usai, seseorang harus menerima sanksi lagi.  
Segera ku masukkan tangan kananku ke dalam saku celanaku. Kusimpan bekas tanganmu di dalamnya, supaya ketika aku rindu nanti dengan kelembutan tangan itu aku masih bisa merasakannya.
Tapi aku sadar, itu tidak mungkin.
Aku tau aku sedikit berlebihan menanggapi sentuhan itu, yang mungkin pemilik tangan itu tidak merasakan apa-apa.
Permainan dimulai lagi, kali ini aku tidak berhasil bertahan.
Aku tidak mungkin masuk di sela-sela kamu dan orang lain demi egoku. Setidaknya aku sudah memiliki bekas tanganmu di sakuku.
Diputaran ini aku berharap tangan kananmu kena tepat dihitungan kesepuluh,
dan kamu akan memilih truth
lalu aku akan bertanya kepadamu tentang sesuatu hal yang sangat ingin aku tau darimu saat ini.
Meski aku tau kamu tidak akan jujur dengan jawabanmu. 
Tapi pasti aku akan sangat senang kamu menjawab pertanyaan dariku.
Permainan selesai…
Dan sentuhan tangan lembutmu tak akan pernah aku lupa. Terima kasih.
Terima kasih Tuhan telah memberikanku kesempatan ini, tolong jagalah pemilik tangan itu.
Dan terima kasih kepada pencipta permainan ini, terima kasih juga untuk yang punya ide untuk memainkan permainan ini malam itu.

Yogyakarta, 16 mei 2014.

Untuk si pemilik tangan kanan dan kiri.