Rabu, 29 Oktober 2014

Suatu Saat (rangkaian kata dalam sebuah mimpi)

untuk sang suatu saatku...

Suatu Saat

Matamu sayu oleh lagu kesukaanmu, lalu kamu tertidur.
Aku menatap wajahmu tapi kamu tak mempedulikanku, 
kamu memilih bermimpi.
Aku masih tetap menatap wajahmu, 
Seperti bahagia tapi tidak bisa kuungkapkan. 
Tetap begitu sampai beberapa lama.
Lalu kudekatkan wajahku ke wajahmu,
Lebih dekat tapi tak sampai membuat wajahmu terlihat samar-samar.
Dengan jarak sedekat itu membuatku bernafas dari hangatnya hembusan karbon dioksida darimu,
Aku sangat menikmatinya.
Puluhan menit berlalu. 
Aku masih seperti sebelumnya dan kamu juga, 
sampai kamu merasa kedinginan lalu menarik tubuhku lebih dekat
Lalu tubuh kita bersentuhan,
Aku merasakan hangat tubuhmu dalam balutan baju tidur warna merah muda.
Menghilangkan rasa lelahku
Itu semua kamu lakukan dengan tidak sadar,
Aku masih menatap wajahmu, 
menghirup nafasmu dan merasakan hangat tubuhmu.
Kemudian kakimu menindih kaki kananku, 
kuputuskan menindih kakimu yang menindihku dengan kaki kiriku.
Kaki kita saling menyilang.
Terus seperti itu sampai aku juga tertidur dan cahaya sang fajar menyapa melewati sela-sela jendela kayu warna biru.

0 komentar:

Posting Komentar